ANALISIS KOMUNIKASI, AGAMA DAN BUDAYA PERNIKAHAN SUKU MELAY

Evi Novianti, Yustikasari Yustikasari, Lukiati Komal

Abstract


Agama memiliki kesan yang lebih melekat pada masyarakat. Agama dapat dikatakan sebagai suatu kebudayaan yang memiliki tingkat tertinggi dalam kebudayaan itu sendiri. Persamaan yang ada antara budaya dan agama ini memudahkan terjadinya proses akulturasi. Proses pernikahan pada suatu adat biasanya melakukan hal-hal yang sudah disesuaikan dengan agama. Ditinjau dari sumbernya agama dibagi dua, yaitu agama abrahamik dan agama non-abrahamik. Berdasarkan konteks budaya, aneka kesenian terjadi diakibatkan adanya sejarah dari zaman ke zaman. Metode yang digunakan studi naratif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa Prosesi pernikahan pada suku melayu misalnya adalah suatu contoh yang nyata. Di dalam prosesi pernikahan suku melayu, bila dilihat secara umum, maka akan terlihat bahwa lekatnya agama Islam dengan suku tersebut. Hal ini ditandakan dengan adanya prosesi Khatam Quran. Simpulan dari pengamatan ternayata bisa menerima hal ini dengan wajar seperti saat ini dan mengerti bahwa dua hal ini adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak mungkin dipisahkan satu sama lain.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Citra