GERAKAN LITERASI BERBASIS KEBUTUHAN MASYARAKAT INDONESIA

Winarni Winarni Winarni

Abstract


Pengumuman hasil pemeringkatan Literasi dari Central Connecticut State University (World  Most Literate Nations Ranked) yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-60 dari 61 negara-negara dunia cukup membuat kita kaget. Sampai sebegitu rendahnya  tingkat literasi masyarakat Indonesia. Pemeringkatan Literasi Indonesia berada di bawah  Jepang (peringkat ke-32), Malaysia (peringkat ke-53) dan Thailand (peringkat ke- 59). Lima besar peringkat Literasi diduduki oleh Finlandia, Norwegia, Eslandia, Denmark, dan Swedia. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah budaya Literasi sangat rendah. Standar dari UNESCO, waktu membaca 4-6 jam sehari. Negara maju budaya membaca 6-8 jam sehari. Sedangkan Indonesia 2-4 jam sehari. Hal ini diakibatkan oleh adanya kebiasaan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan budaya komunikasi lisan. Ada banyak cara untuk membudayakan Literasi atau budaya gemar baca. Diantaranya adalah kebijakan pemerintah mewajibkan siswa membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran di sekolah. Mengajak masyarakat untuk memanfaatkann media tradisional seperti surat kabar, majalah, tabloid, radio film, televise, dll. Di samping media modern, seperti media social.

Kata kunci : Literasi, media tradisional, media digital, e-book


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Citra